Museum Antik Pajang Vibrator Pijat Sampai Alat Bantu Seks

Sebelum meninggal dunia pada 2016 lalu, guru pendidikan seks Joani Blank mengkoleksi berbagai jenis vibrator selama 20 tahun itu. Sumber: Vintage Vibrator Museum/mirror.co.uk


DEWATOGEL –  Jakarta – Sebelum meninggal dunia pada 2016 lalu, guru pendidikan seks Joani Blank mengkoleksi berbagai jenis vibrator selama 20 tahun. Koleksinya itu, sekarang dipajang di Museum Antik Vibrator di kota San Fransisco, Amerika Serikat.
Dikutip dari mirror.co.uk, Minggu, 24 Maret 2019, sejumlah item yang dipajang di museum itu bentuknya mungkin akan mengejutkan pengunjung. Sebab bentuk dari vibrator tersebut unik-unik. Vibrator yang dipajang bukan hanya alat bantu seks, tetapi juga vibrator yang digunakan untuk memijat bagian tubuh yang nyeri.
Blank mengkoleksi vibrator yang dibuat pada 1900 hingga yang vibrator yang digunakan para dokter secara eksklusif untuk mengobati perempuan yang mengalami gangguan kepanikan.

Dalam museum itu juga dipajang vibrator pelancar peredaran darah, vibrator pneumatic dan sebuah alat yang disebut Niagra Hand Unit.
Vibrator pertama kali diciptakan pada 1869 oleh psikolog bernama George Taylor. Ketika itu vibrator digambarkan sebagai sebuah alat pijat.
Pada 1880, vibrator dengan satu battery diciptakan. Memasuki era tahun 1900, lebih dari puluhan perusahaan mulai memproduksi vibrator menjadi barang elektronik.
Awalnya, vibrator-vibrator ini di jual sebagai bagian dari peralatan rumah tangga dengan keterangan alat ini bisa menyembuhkan penyakit dan meredakan sakit. Pada 1970-an, vibrator mulai dilihat sebagai alat bantu seks dan kecantikan.
“Vibrator Amerika Serikat bisa digunakan sendiri di ruang tertutup atau rumah pelacuran dan melengkapi perasaan perempuan sehingga menjadi muda,” tulis situs tersebut.
Museum Antique Vibrator dibuka sejak 1970-an dan sejak itu koleksi barang pajangan mereka terus bertambah. Sebab perempuan diberbagai belahan dunia mulai mengirimkan bentuk-bentuk alat bantu seks yang tak biasa yang mereka temukan di pasar loak dan toko-toko antik ke museum itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *